Ini Lho Yang Menyebabkan Uang Asli Tidak Gampang Robek
Ini Lho Yang Menyebabkan Uang Asli Tidak Gampang Robek

Ini Lho Yang Menyebabkan Uang Asli Tidak Gampang Robek

Pernah nggak sih kamu nemuin uang kertas dalam saku waktu nyuci?  Kepikiran nggak, kok bisa ya uang kertas tersebut nggak hancur meskipun sudah terendam air bahkan sampai di kucek. Padahal jika melihat sifat dari kertas sebenarnya kan gampang sobek dan hancur bila terkena air.

Nah,  jika seperti itu kayaknya kita mesti tahu deh, sebenarnya uang kertas tersebut terbuat dari apa sih? Yuk ikuti penelusuran saya. Menurut literatur yang saya baca meskipun namanya uang kertas ternyata bahan baku pembuatan uang tersebut bukan berasal dari kertas seperti bayangan kita selama ini melainkan dari kapas.

Bahan kapas dipilih karena kapas memiliki sifat elastis sehingga tidak gampang sobek dan lecek. Tidak main main kandungan kapas yang dibuat untuk uang kertas mencapai 100% . Makanya meskipun beberapa hari uang kita rendam tidak akan hancur.

Untuk mendapatkan kwalitas uang kertas yang baik pemerintah Indonesia mengimpor kapas kapas tersebut dari Belanda,  Inggris ,  Jerman,  dan Perancis. Bahkan demi mendapatkan mata uang kertas yang tidak mudah dipalsukan pemerintah juga mendatangkan tanda air dan benang pengaman dari luar negeri.

Menurut Pratomo 2000 beberapa hal yang harus dipatuhi untuk menciptakan uang kertas yang memenuhi standar adalah sebagai berikut :
1. Tensile Strengh ( indeks tarik ) bagus.
2. Tearing Strengh (ketahanan sobek ) tinggi.
3. Folding endurance  ( ketahanan lipat ) tinggi.
4. Tahan lama ( durable ).
5. Tidak mudah luntur.
6. Perlu zat kimia tertentu untuk menghindari pemalsuan.

Penggunaan bahan bermaterial kapas untuk uang kertas di percaya dapat tahan sampai 3500 lipatan bolak balik. Jadi meskipun uang tersebut di tekuk - tekuk nggak bakalan sobek.

Negara kita sebenarnya tidak hanya memproduksi uang kertas berbahan kapas. Sebab di tahun 2009 pemerintah juga pernah memproduksi uang pecahan 50 ribu dan 100 ribu bermaterial polimer. Ayo... kira - kira kamu masih inget ngga bentuk uangnya?
Masih ingat pecahan uang Rp. 100.000 dan Rp.50.000 yang berbagan polimer ini?
Namun sayang , seiring waktu pemerintah menarik semua uang pecahan 50 ribu dan 100 ribu dan sampai sekarang tidak mencetak lagi uang sejenis yang berbahan polimer. Mungkin apakah, karena negara kita belum bisa mencetak sendiri uang yang berbahan polimer tersebut entahlah.  Karena menurut yang saya baca uang polimer tersebut di cetak di Australia karena perum Peruri belum memiliki alat untuk mencetak uang tersebut.

Untuk pembuatan uang kertas sendiri ternyata juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Misal perbandingan mencetak uang kertas senilai 10 ribu dengan 100 ribu. Nomianal 100 ribu akan lebih mahal pembuatannya dari pada nominal uang 10 ribu. Hal tersebut ternyata berkaitan dengan sistem pengamanan yang terdapat pecahan uang kertas tersebut. Semakin besar nominal uang semakin banyak pengaman yang dibutuhkan. Hal tersebut agar uang tidak mudah di palsukan.

Gimana sekarang udah lebih ngerti belum. Semoga artikel ini dapat sedikit menjawab rasa penasaran kamu terhadap uang kertas.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Bermimpilah setinggi langit dan jika kamu jatuh, níscaya kamu akan terjatuh diantara bintang-bintang.
Buka Komentar