Panglima Burung, Sosok Sakti Mandraguna yang Paling Disegani Suku Dayak

watch_later Sunday, 26 February 2017
Gambar ilustrasi sosok Panglima Burung via bombastis.com
PalingSeru - Heboh undangan pernikahan panglima burung Dayak dengan titisan penguasa laut selatan , sempat menghiasi media sosial . Seperti di kutip dari Tribun - Bali. Com . Dalam undangan tersebut secara jelas disebutkan mempelai pria adalah Panglima Burung ( Panglima Dayak ) dengan Sri Baruno Jagat Prameswari . Upacara pernikahan sendiri akan dilaksanakan di rumah Damang atau kepala adat Kecamatan Katingan Tengah , Isay Judae pada Selasa 28 Februari nanti . Namun kabarnya pernikahan gaib tersebut dibatalkan karena mendapatkan penolakan dari beberapa pihak.

Pembatalan tersebut berdasarkan surat berita acara ditandatangani Isay Judae lengkap dengan cap Damang Katingan Tengah per tanggal 25 Februari 2017. Keterangan pembatalan itu disebarkan seorang pengguna media sosial Facebook atas nama Agustinus B. Asan, Palangka Raya, Sabtu malam 25 Februari 2017.

"Tuhan Ajaib. Positif batal, saya langsung bertemu dengan Damang Katingan Tengah," kata Agustinus yang bekerja di Protokol Pemprov Kalteng itu di akun Facebooknya lengkap dengan foto surat pernyataan sikap pembatalan ritual pernikahan maupun foto dirinya bersama Damang Kepala Adat Katingan Tengah Isay Judae selaku panitia pelaksana, dilansir Antara, Minggu (26/2/2017).

Nah bagi kamu yang belum mengetahui tentang siapa sebenarnya Panglima Burung tersebut, berikut ini ulasanya.

Siapakah Panglima Burung Dayak?


Panglima Burung sebenarnya merupakan sosok gaib yang mendiami hutan di pedalaman Kalimantan . Meskipun ada versi lain yang menyebutkan jika Panglima burung adalah seorang manusia yang sudah tua dengan fisik yang kuat .

Sosoknya yang misterius dan gaib membuat tidak sembarang orang bisa menjumpai panglima tersebut . Namun bagi masyarakat Suku Dayak keberadaan dari Panglima ini sangat di Agungkan dan di hormati , mengingat panglima burung sendiri adalah jalan terakhir bagi masyarakat Dayak terutama saat mereka dalam kondisi terancam  , teraniaya dan perang .

Sekedar flash back ke 16 tahun silam tanpa bermaksut mengorek kembali luka lama bagi keluarga seluruh korban pertikaian , saat terjadi kerusuhan di Sampit dan Sambas , banyak fihak yang mengaitkan hal tersebut dengan keberadaan Pangeran Burung Dayak . Namun benarkah demikian ? Sementara  banyak kabar yang beredar jika  Pangeran Burung  Dayak sebenarnya merupakan penggambaran dari sosok orang Dayak itu sendiri yang sangat baik , lembut , mengalah , sederhana , pemalu bahkan tidak suka terhadap kekerasan .  Namun apa yang terjadi di tahun 2001 membuat kita berfikir apa yang terjadi sebenarnya ?

Sebagai manusia pasti sama , kita juga memiliki perasaan , jika kesabaran dan harga diri telah diinjak injak maka kemarahan dan juga ketegasan adalah pilihan terakhirnya . Seperti kita tahu bagaimana rusaknya hutan Kalimantan dimana suku Dayak berdiam , mereka diam ketika penebang kayu membabat habis hutan tempat tinggalnya , dan ketika penambang emas menggusur rumahnya mereka tak melakukan perlawanan apapun . Hingga akhirnya kesabaran itu habis juga dan peristiwa Sampit dan Sambas menjadi bukti bagaimana rasa sakit yang selama ini dipendam oleh suku dayak meledak.

Bagaimana Panglima Burung Muncul?


Seperti banyak di ungkapkan jika sebenarnya Panglima burung Dayak merupakan sosok  gaib , kemunculannya terjadi jika anak cucunya menginginkan kehadirannya . Dengan ritual mangkok merah yaitu dengan mengumpulkan benda - benda khusus seperti bulu ayam , daun rumbia , tali simpul ,  dan benda lain yang mempunyai makna dari suku selanjutnya dimasukkan dalam mangkok merah , dan upacara pemanggilan sosok panglima burung pun dilaksanakan .

Kesaktian Panglima Burung


Ketika kemurkaan sudah tak terbendung , maka pasukan dari seantero Kalimantan disiapkan ,Tari tarian perang bersahutan , dengan mandau melekat di pinggang , maka akan nampak perbedaan , dari senyum yang membawa ketenangan , sifat malu yang menyejukkan berganti dengan keberingasan yang tak tertahankan , seperti terhipnotis masuk ke dunia lain. Dan hal itu baru berhenti saat ketua adat menyadarkannya .
Tak hanya itu kemampuan panglima burung bahkan konon mampu menerbangkan mandau yang dapat mencari korbannya sendiri.

Namun sungguh begitu Sang panglima berhati mulia dengan berpegang pada norma yang mereka yakini dengan tidak menyentuh tempat ibadah agama apapun sekalipun di dalamnya terdapat musuh yang sangat ia benci .


Baca Lainya : 5 Kisah Menyeramkan di Rumah Sakit Yang Tersebar dari Mulut ke Mulut

Sumber referensi : 
www.bombastis.com/www.Tribun - Bali.com/www.setyawan1.xtgem.com
Berkomentarlah dengan sopan.
  • Untuk menulis huruf bold silahkan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic silahkan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline silahkan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought silahkan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML silahkan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silahkan local_parking parse dulu kodenya pada kotak parser di bawah ini.