Sakit Maag Bukan Alasan Untuk Tidak Berpuasa
Sakit Maag Bukan Alasan Untuk Tidak Berpuasa

Sakit Maag Bukan Alasan Untuk Tidak Berpuasa


Banyak orang menganggap remeh saat merasakan sakit maag. Namun kenyataannya semakin lama penyakit ini jika di biarkan bisa bertambah parah. Yah seperti apa yang saya alami sekarang. Pada awalnya kegilaan saya mengkonsumsi cabai dan buah yang berasa asam memang sudah tidak di ragukan lagi.

Hingga akhirnya di tahun 2002  saya ingat betul ketika perus saya sakit luar biasa dan akhirnya begitu diperiksa dokter hasilnya positif apendik. Entahlah apa itu berhubungan sama kegilaan saya makan cabe atau cuma kebetulan.

Karena setelah itu tiap kali makan pedas dan kecut perut saya seperti di iris - iris perih sekali,  dan rasa perih itupun seolah  belum lengkap tanpa rasa pusing, mual, perut terasa penuh, gemetar, lemas wah...pokoknya jalau saya jabarkan bisa penuh artikel ini dengan ketidaknyamanan saat maag saya kambuh.

Sifat menganggap remeh serta keterbatasan informasi tentang penyakit bandel ini akhirnya membuat maag semakin krasan hidup ditubuh saya. Dan puncaknya saat saya hamil bukan cuma merasakan sakit biasa tapi sungguh luar biasa. Contohnya saja saat mengandung anak kedua beberapa kali saya harus keluar masuk rumah sakit. Yah..karena sangking parahnya. Mungkin masih banyak orang yang menganggap jika itu adalah bawaan bayi. Namun ternyata itu sangat salah.

Setidaknya satu bulan ketika usia kandungan 12 minggu saya tidak dapat makan apa -apa. Namun karena kasihan dengan janin saya hanya jenis bubur yang dapat masuk ke tubuh saya karena bukan tidak mau. Karena tiap kali saya mengkonsumsi nasi atau roti perut saya akan terasa sangat sakit. Memang bukan tanpa alasan kenapa begitu sakit perut saya ketika mengkonsumsi makanan kasar. Hal tersebut karena hampir tiap waktu saya selalu muntah. Dan jika sudah muntah bila belum sampai rasa kecut dan pahit yang keluar belum berhenti muntahnya.

Namun itu seperti baru awal saja karena berikutnya bisa buang - buang air besar. Dan kemudian di susul badan yang lemas, gemetar, dan pusing yang tidak tertahankan.

Mungkin anda bakal berfikir kenapa mau nulis artikel tips puasa tapi kok bawa - bawa pengalaman hamil. Ya memang karena masih ada hubunganya. Karena semenjak hamil justru penyakit maag yang saya alami lebih parah. Bukan saja saat hamil saya tidak dapat mengkonsumsi nasi namun disaat kambuh ternyata sama saja.

Baca lainya : 

Seperti yang saya alami 2 minggu sebelum puasa tahun 2016 ini. Maag saya sempat kambuh hingga akhirnya 1 Minggu terpaksa saya harus puasa makan nasi.Dan mengganti dengan makanan lain. Namun begitu masuk ramadhan alkhamdulillah saya bisa juga menjalankanya dengan tanpa hambatan. Nah... Maka dari itu saya ingin berbagi Tips Berpuasa Saat Kita Sedang Sakit Maag , mengingat sakit maag saya sendiri sudah sejak lama dan sulit di sembuhkan namun dengan niat serta kemauan yang kuat ternyata saya masih bisa menjalankan ibadah puasa.

1. Jaga pola makan 2 minggu sebelum puasa

Sebelum masuk bulan suci ramadhan memang sudah seharusnya kita mempersiapkan lahir serta batin kita. Karena percuma juga jika batin telah siap namun secara lahir kita sakit karena kita tidak bakalan dapat ikut puasa. Karena itu bagi anda yang mengalami sakit maag apalagi yang telah parah sebaiknya hindari untuk makan pedas,asam,serta terlalu banyak makan goreng - gorengan. Usahakan untuk makan tepat waktu. Sehingga saat puasa tiba kita sudah siap.

2. Sahur di ujung waktu

Gunakan waktu makan sahur anda setengah jam menjelang waktu imsak. Hal tersebut bertujuan agar lambung dapat beradaptasi dengan waktu sahur sebagai pengganti jam sarapan yang rentang waktunya tak terlalu lama.

3. Lakukan aktivitas seperti biasa

Sakit maag bukan alasan untuk kita bermalas - malasan terlebih ditambah dengan berpuasa. Lakukan aktivitas seperti biasa dan jangan terlalu memforsir tubuh anda. Karena efek maag kadang membuat anda merasa begitu sehat namun secara tiba - tiba kondisi tubuh dapat drop seperti lemas dan gemetaran. Namun begitu  tidak disarankan untuk selalu tidur - tiduran karena justru membuat pusing dan mual.

4. Minum air hangat

Usahakan minum air hangat di saat berbuka dan sahur. Air hangat berfungsi menertalkan asam lambung yang menumpuk. Jangan malah minum air es karena dapat memperparah naiknya asam lambung anda. Karena menurut pengalaman saya sendiri minum es setelah berbuka membuat saya sulit bernafas dan kepala sangat pusing.

5. Buat Bubur halus

Mengkonsumsi bubur halus sangat di sarankan. Karena kondisi lambung yang sensitif. Bubur yang terbaik untuk lambung bukan dari beras namun dari tepung kanji. Penggunaan bubur dari tepung kanji sangat tepat karena membuat lambung terasa nyaman dan dingin. Cara buatnya sangat gampang. Ambil 5 sendok tepung kanji lalu campur dengan air satu gelas atau sampai encer lalu tuang dalam panci kecil. Masak sampai kental lalu angkat. Agar anda dapat menikmati dengan nikmat tambahkan gula merah dan santan sebagai teman untuk menikmati bubur kanji anda.

6. Tunda makan berat

Setelah mengkonsumsi bubur kanji saya sarankan untuk tidak langsung makan nasi. Pergunakan untuk sholat magrib atau anda dapat makan berat setelah tarawih. Karena saat itu lambung sudah siap menerima makanan kasar.

7. Jangan makan - makanan yang merangsang lambung

Jika anda tidak ingin bolong puasa anda alangkah baiknya jika selama satu bulan ini menahan diri dari makanan yang pedas,  kecut, kopi, coklat,  serta makanan yang bersoda. Karena makana tersebut menjadi musuh utama lambung yang tengah sakit.

8. Tidur tepat waktu

Usahakan jangan tidur terlalu malam. Jika anda ingin beribadah seperti tadarus Alquran lakukan pada siang atau pagi hari. Karena semakin malam anda tidur maka biasanya lambung terasa perih dan panas. Serta umumnya orang dengan penyakit maag akan sulit tidur. Jadi jangan sampai karena kemalaman anda tidur malah anda tidak bisa makan sahur karena bangun kesiangan.

9. Minum Obat

Persiapkan obat maag yang dapat anda konsumsi di saat sahur dan berbuka. Karena bagaimanapun peran obat sangat membantu sekali terhadap penyembuhan sakit maag apalagi dengan berpuasa.

10. Jangan tidur setelah sahur

Pemilihan akhir waktu sahur selain sebagai pengganti jam sarapan adalah agar anda tidak tidur lagi setelah sahur. Tidur setelah makan justru membuat makanan dapat kembali kekerongkongan karena asam lambung akan meningkat. Alangkah lebih baiknya jika lepas sahur anda bertadarus, sholat subuh, kemudian dilanjutkan olah raga dan beraktivitas seperti biasa.

Karena itu apapun penyakit kita sebenarnya kita masih tetap bisa berpuasa selama ada niat dari diri kita sendiri. Karena hakekat puasa sendiri adalah pendetoksifikasi tubuh kita dari racun. Jadi semoga tips yang saya berikan dapat bermanfaat bagi anda semua. Dengan tetap sabar dan iklas menjalankan ibadah puasa meski tengah sakit. Karena saya yakin pahala yang akan kita dapat pun akan berlipat jika kita iklas menjalankannya amiiiin.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Bermimpilah setinggi langit dan jika kamu jatuh, níscaya kamu akan terjatuh diantara bintang-bintang.
Buka Komentar