10 Prosesi Pemakaman Yang Unik Sadis Dan Menyeramkan
10 Prosesi Pemakaman Yang Unik Sadis Dan Menyeramkan

10 Prosesi Pemakaman Yang Unik Sadis Dan Menyeramkan

Kematian merupakan proses alami yang terjadi pada setiap mahkluk hidup, dan tak terkecuali manusia. Seperti layaknya orang meninggal,  biasanya keluarga akan melakukan ritual pemakaman sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Di Indonesia sendiri yang memiliki 5 agama besar ritual pemakaman biasanya di lakukan dengan mengubur atau membakar. Sebagaimana kita tahu jikalau kematian sendiri adalah peristiwa yang menakutkan. Namun bagaimana jikalau ritual pemakaman yang sebenarnya sudah sangat menyeramkan dilakukan dengan prosesi yang semacam ini?

Ya, kali ini saya akan mengulas 10 Prosesi Pemakaman Yang Unik Sadis Dan Menyeramkan.



1. Ritual Memberi Makan Burung Pemakan Bangkai Dengan Potongn Tubuh Manusia  Di Tibet.
Memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah merupakan suatu hal yang sepatutnya dilakukan. Karena bagaimanapun seseorang tersebut pastinya telah memberikan suatu kesan semasa hidup bagi semua orang terlebih bagi keluarganya. Namun tidak demikian dengan masyarakat Tibet. Sebuah tradisi kuno dilakukan sebagai penghormatan terakhir terhadap jenazah dengan membawa jasad orang yang telah meninggal ke puncak gunung lalu memotong - motong bagian tubuh yang di mulai dari kepala. Selanjutnya di berikan kepada burung pemakan bangkai yang banyak berada di tempat itu. Masyarakat Tibet beranggapan jika tubuh seseorang yang meninggal akan bereinkarnasi. Sehingga menganggap jiwa yang meninggal tersebut nantinya akan hidup kembali dalam bentuk lain. Sehingga sangat disayangkan jika jasad tersebut dikubur. Karena lebih bermanfaat untuk makanan hewan. Tradisi yang sudah ada sejak abad ke 12 ini memang sekarang sudah jarang dilakukan menginga hal tersebut sangat mengerikan.

2. Mumi.
Poengawetan mayat yang terjadi di Mesir  kuno ini merupakan suatu ritual pemakaman mayat yang sangat terkenal. Konon hanya kalangan orang atas saja yang dapat melakukan ritual ini. Karena itu tak heran jika raja - raja Mesir jaman dahulu banyak yang dimumifikasi. Orang Mesir kuno percaya jika jasad telah dimumi maka akan memudahkan perjalanan orang yang meninggal tersebut sampai ke Akherat. Berbagai cara dilakukan untuk mumifikasi diantaranya adalah dengan mengeluarkan semua " jerohan " manusia. Lalu digantikan dengan serbuk kayu, berikutnya di balsem dengan rempah -rempah khas untuk mengawetkan mayat. Berikutnya jasad tersebut akan dikeringkan sampai benar benar kering dan tidak membusuk.


3. Upacara Famadihana.
Sebagai bentuk kasih sayang kepada kerabat mereka yang meninggal orang - orang di Hauts Playelaux Madagaskar mengadakan ritual menari bersama jasad orang yang meninggal. Tradisi ini biasanya dilakukan setiap 7 tahun sekali. Upacara Famadihana merupakan tradisi yang dilaksanakan secara besar - besaran. Pemilik hajatan menyediakan berbagai hidangan istimewa mulai makanan , minuman, serta daging untuk acara makan - makan. Sebagai acara hiburan mereka mendatangkan grub musik bahkan band. Hal tersebut untuk menghibur tamu undangan. Karena ritual ini mwngajak tamu undangan untuk bersenang  - senang termasuk menari. Hal yang serupa juga dilakukan oleh pemilik acara. Mereka akan menggali makam orang yang di cintainya lalu mengumpulkan tulang - belulangnya kemudian  dibungkus kain sutera. Satu demi satu anggota keluarga mendekati tulang belulang tersebut lalu menyiramkan anggur ,menutup kain jenazah lalu diajak menari berikutnya dikubur kembali.

4. Tradisi Trunyan Di Bali.
Pada umumnya pemakaman di Bali dengan cara Ngaben atau di bakar. Namun di desa Trunyan Kabupaten Bangli prosesi pemakaman jenasah berlangsung secara unik. Tubuh seorang yang meninggal diletakkan begitu saja pada sebuah pohon namun uniknya tak tercium bau busuk sama sekali dari tubuh jenasah yang diletakkan di bawahnya . Adalah keberadaan pohon Taru Menyan yang "menghipnotis" bau jenazah. Pohon yang tumbuh di dekat pintu masuk pemakaman ini menjadi naungan sejumlah " ancak saji " yang berisi jenasah.

5. Ritual Ma' nene Di Toraja.
Ma' nene ya ritual mengenang leluhur yang telah meninggal. Ritual ini biasa dilakukan masyarakat Barappu di Toraja, Sulawesi Selatan.  Tradisi yang dilakukan setiap satu tahun sekali ini seolah sudah menjadi aturan adat tak tertulis yang wajib dipenuhi oleh warga. Jasad keluarga yang meninggal di keluarkan dari liang lahat lalu dibungkus ulang menggunakan kain yang baru oleh anak cucunya. Namun yang lebih menyeramkan yaitu ritual "menghidupkan "  mayat dengan berjalan sendiri yang di bantu oleh orang - orang yang punya ilmu tertentu. Namun saat ini ritual menghidupkan mayat sudah jarang di lakukan.

6. Baby Grave Kambira.
Menurut kepercayaan orang Toraja  penganut Aluk Todolo ( penganut kepercayaan terhadap leluhur ) bayi yang meninggal di bawah usia 6 bulan dalam keadaan suci. Sehingga pemakaman bayi dilakukan dalam sebuah pohon taraa'. Kenapa memilih pohon ini alasan mereka adalah di pohon tersebut memiliki getah yang putih seperti ASI.  Sehingga kepercayaan mereka menganngap bayi yeng meninggal tersebut dapat terus menyusu. Proses pemakaman bayi dilakukan dengan caya melubangi batang pohon dengan diameter seukuran bayi. Lalu jenasah bayi tersebut dimasukkan tanpa pakaian kemudian di tutup ijuk. Namun anehnya tidak tercium bau busuk di lobang - lobang batang kayu tersebut.

7. Memumikan Diri Sendiri Selama 2000 Hari.
Memang rasanya terdengar konyol, atau lebih tepatnya jika sekarang bunuh diri pelan - pelan. Ya itulah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat kuno di Jepang. Mereka menganggap untuk menjadi mumi tidak harus menunggu kematian datang. Namun mereka mempunyai cara sendiri yaitu memumikan tubuh mereka sendiri. Setidaknya selama 2000 hari mereka akan menyiksa tubuh mereka yaitu dengan cara:
  1. 1000 hari pertama orang yang akan memumikan diri mereka hanya makan biji - bijian dan kacang - kacangan. Makanan ini dipilih agar lemak dalam tubuh dapat cepat berkurang sehingga kelembaban tubuh akan berkurang.
  2. 2000 hari selanjutnya untuk menghilangkan cairan tubuh yang tersisa mereka hanya makan sedikit kulit kayu dan minum teh beracun. Alhasil mereka akan diare parah dan muntah. Namun sayangnya banyak yang tidak berhasil memumifikasikan diri mereka sendiri. Ya ialah keburu mati. Hingga akhirnya di tahun 1900 an cara ini dilarang oleh pemerintah.
8. Sati ( Janda Yang Bakar Diri Setelah Suaminya Meninggal ).
Sungguh sebuah tradisi yang sangat merugikan kaum perempuan. Namun hal ini memang terjadi di India. Masyarakat India beranggapan jika menjadi janda adalah suatu hal yang sangat tidak diharapkan. Para janda ini biasanya akan kehilangan hak status sosial,  tidak suci serta tidak disukai masyarakat.  Sehingga penerimaan yang berubah, membuat janda di India ikut bakar diri saat pembakaran jasad suami mereka dilakukan.  Mereka akan menganggap diri mereka tetap suci saat tubuh wanita ini ikut terbakar bersama jasat sang suami.

9. Cryonic.
Sebuah metode pengawetan jenazah yang dilakukan oleh Robert Ettinger ini merupakan cara termodern. Caranya setelah meninggal sesegera mungkin jasad di masukkan ke dalam larutan nitrogen lalu di bekukan sehingga sel  - sel tubuh ridak rusak. Ettinger mengklaim metode ini dapat membuat jasad hidup kembali.

10. Menyebar Abu Jenazah Ke Luar Angkasa.
Bagi yang kelebihan uang dan ingin abu kerabatnya di tabur di luar angkasa boleh melakukan cara ini. Terhitung sejak tahun 1997  sudah 22 kali peluncuran roket ke luar angkasa untuk misi menabur abu jenasah. Roket di luncurkan dari 11 km di kepulauan Canary berikutnya sampai atmosfer akan diledakkan. Sebagai bukti keluarga penyewa roket akan mendapat sertifikat. Gimanana kebayang nggak berapa juta dollar dikeluarkan untuk menabur abu jenazah ke luar angkasa?

Itulah 10 prosesi pemakaman jenazah yang membuat kita bergidik sekaligus terpana.


Baca Lainya : 5 Tempat Wisata Teraneh dan Menakutkan di Indonesia

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Bermimpilah setinggi langit dan jika kamu jatuh, níscaya kamu akan terjatuh diantara bintang-bintang.
Buka Komentar