4 Bulan Paling Terlarang Menggelar Pernikahan Menurut Adat Jawa

watch_later Friday, 31 March 2017
Image via otonomi.co.id
Menikah merupakan momen yang sangat sakral. Maka tidak heran jika segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang. Terlebih jika anda kebetulan tinggal di tanah jawa. Maka jangan heran jika banyak sekali aturan juga pantangan yang tidak boleh dilanggar seputar pernikahan.

Dalam pandangan orang jawa pernikahan tidak bisa dilakukan semaunya. Harus ditentukan waktu yang benar-benar tepat untuk menggelarnya. Mulai dari tanggal, hari pasaran, juga bulan pernikahan.

Kusus untuk bulan pernikahan dalam tradisi Jawa ada bulan-bulan tertentu yang dilarang melangsungkan proses pernikahan. Dimana jika hal ini dilanggar dan prosesi pernikahan tetap dilangsungkan maka rumah tangganya kelak akan ketiban sial, termasuk juga keluarga kedua pasangan.

Nah, bulan-bulan apakah yang dilarang melangsungkan pernikahan menurut orang Jawa? Simak ulasanya,

1. Bulan Syuro

Bulan suro merupakan bulan yang paling dihindari oleh orang Jawa untuk melangsungkan berbagai hajatan termasuk pernikahan. Bulan ini dianggap begitu keramat. Juga pada bulan ini mitosnya sang penguasa laut selatan atau biasa yang disebut dengan Nyi Roro Kidol juga tengah melangsungkan hajatan.

Orang jawa yang masih "njawani" percaya jika melangsungkan pernikahan pada bulan syuro maka rumah tangganya kelak, sering diterpa berbagai prahara, mulai dari masalah rumah tangga, bahkan dipercaya akan ada salah satu dari pasangan yang akan meninggal dunia.

2. Bulan Jumadi Awal

Bulan Jumadi Awal menurut primbon jawa merupakan bulan datangnya fitnah. Dimana jika prosesi pernikahan tetap dilaksanakan pada bulan ini maka rumah tangganya kelak akan sering mendapatkan fitnah. Selain itu juga kelak akan mendapatkan banyak musuh. Baik dalam bidang usaha maupun keseharianya.

3. Bulan Sapar

Bulan sapar, dalam primbon jawa bulan ini disebutkan sebagai bulanya banyak hutang dan juga memiliki berbagai kekurangan. Sehingga orang jawa tidak berani melangsungkan segala hajatan terutama pernikahan di bulan ini, karena mereka percaya jika tetap memaksakan pernikahan maka keluarganya kelak akan ditimpa bencana keuangan, seperti jatuh miskin, atau juga usaha yang dijalani mengalami kebangkrutan.

Selain itu pada bulan safar ini juga dipercaya sebagai hari Rebo wekasan yaitu hari turunya 320 penyakit di bumi.

4. Bulan Mulud

Dan yang terakir bulan yang paling dihindari orang Jawa untuk melakukan hajatan adalah Bulan Mulud. Menurut primbon jawa bulan ini berwatak mati. Jika mana pernikahan tetap dilangsungkan, kelak salah satu pasangan setelah menikah akan mengalami musibah kematian. Juga masih di bulan ini menggelar prosesi lamaranpun juga terlarang, karena jika dilakukan tidak mampu bertahan lama.

Nah, demikian tadi 4 bulan yang terlarang melakukan pernikahan menurut orang jawa yang didasarkan pada perhitungan primbon jawa. Percaya atau tidak tergantung kemantapan hati anda

Namun, sebagai seorang yang beriman dan kususnya beragama islam, tentu hal tersebut sangat bertentangan dengan kaidah islam. Karena jodoh, rizki dan kematian adalah ketetapan dari"NYA". 

Baca Lainya : 6 Negara Ini Penduduknya Menggunakan Bahasa Jawa

Chalista Lina Ramadhani

adalah seorang bloger pemula yang ingin belajar lebih jauh tentang blog,selalu bermimpi memiliki hasil karya yang selalu di kenang sepanjang zaman dan bermanfaat bagi orang banyak.

Berkomentarlah dengan sopan.
  • Untuk menulis huruf bold silahkan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic silahkan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline silahkan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought silahkan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML silahkan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silahkan local_parking parse dulu kodenya pada kotak parser di bawah ini.