5 Kota Hantu Yang Ditinggalkan Penduduknya Karena Bencana
5 Kota Hantu Yang Ditinggalkan Penduduknya Karena Bencana

5 Kota Hantu Yang Ditinggalkan Penduduknya Karena Bencana

Advertisement
Ada ungkapan hujan emas di negeri orang masih nikmat hujan batu di negeri sendiri. Hal itulah yang akhirnya membuat seseorang mati - matian untuk tetap tinggal di kampung halamannya. Namun tak sedikit pula yang akhirnya harus menyerah pada keadaan dimana mereka dengan terpaksa harus meninggalkan tempat yang mereka cinta.  Beberapa kasus seperti bencana alam, kekerasan dan lain sebagainya menjadi alasan mereka mencari tempat tinggal baru. Berikut 5 Kota Hantu Yang Ditinggalkan Penduduknya Karena Bencana. 

1. Centralia, Pennsylvania

Foto : terselubung.com


Sebelum menjadi kota mati, dulunya kota Centralia adalah kota penambang yang makmur. Pada tahun 1960 setidaknya terdapat lebih dari 5000 orang tinggal di tempat ini. Dengan berbagai fasilitas seperti Hotel, Gereja, sekolah, toko dan lain sebagainya selayaknya sebuah kota yang maju. Namun sekarang kota ini tinggal kenangan dengan menyisakan bangunan kosong dan asap yang mengebul tiada henti.

Peristiwa berawal dari upaya anggota pemadam yang membersihkan sampah si area pertambangan batubara. Seperti biasa para penambang membersihkan sampah dengan cara membakarnya. Namun di luar dugaan api merembet masuk melalui celah kecil menuju tambang batubara dalam tanah. Dalam beberapa minggu akhirnya api melahap ke seluruh tambang batubara dalam tanah di kota tersebut. Bisa dibayangkan gas panas dan beracun mengebul menutupi seluruh kota. Segala cara dilakukan untuk mematikan api dalam tanah ini namun usaha itu sia - sia.

Satu dekade berlalu namun tidak nampak perubahan yang berarti terhadap upaya pemadaman api hingga masyarakat setempat mengalami penurunan kesehatan karena karbon monoksida yang dihasilkan. Akhirnya pada tahun 1984 pemerintah setempat merelokasi penduduk ke daerah lain yang lebih aman. Saat ini Centralia tak ubahnya Kota kosong yang berhantu.

2. Humberstone And Santa Laura, Chilli

Foto : bbc.com

Seperti dikutip dari bbc.com tempat ini dulunya merupakan bekas kota pertambangan di gurun Atacama, beberapa ratus km dari perbatasan Chile, Peru dan Bolivia. Nama Humberstone sendiri diambil dari seorang Insinyur asal Inggris James Humberstone yang pindah ke Amerika Selatan pada 1875. Selanjutnya ia menemukan sodium nitrat yang banyak terdapat di tempat tersebut. Pada akhir abad 19 menuju abad 20 sodium nitrat banyak digunakan penduduk dunia untuk di jadikan pupuk maupun bahan peledak. Akibatnya tempat ini menjadi satu - satunya pemasok nitrat terbesar didunia. 

Kekayaan alam yang menjanjikan akhirnya memicu perebutan wilayah oleh tiga negara yaitu Chile, dan Bolivia yang didukung Peru. Pada tahun 1870 - an  Humberstone sebenarnya berada di wilayah Peru. Namun perusahaan besar yang beroprasi di tempat tersebut adalah orang Chile yang didukung investasi Inggris. Sampai akhirnya tahun 1878 perselisihan terjadi setelah Bolivia meningkatkan pajak kepada perusahaan Anglo - Chile. Hal tersebut akhirnya di balas Chile dengan mengirim pasukan untuk melakukan protes. Sampai akhirnya dalam beberapa minggu pecah perang dengan Bolivia yang didukung Peru. 

Perang yang berlarut mengakibatkan Inggris memblokade ekspor nitrat ke Jerman.  Hal tersebut memaksa Jerman untuk mencari Alternati lain pengganti sintetis untuk membuat pupuk. Dan bersamaan itu pula industri nitrat di Chile gulung tikar karena tidak ada yang membutuhkan nitrat lagi. Berikutnya kota ini perlahan - lahan ditinggalkan dan jadi kota mati.

3. Montserrat, Karibia Timur

Foto : pinterest.com

Montserrat hanya menyisakan  serpihan atap dan lantai dari bangunan tinggi yang menyembul diantara batu dan abu yang tandus. Pada tahun 1995, serangakaian letusan hampir menghancurkan dua pertiga pulau yang berada di bagian timur Karibia atau sekitar 30 mil dari Antigua. Saat  ini Monserrat tak ubahnya kota mati karena telah ditinggalkan penduduknya dan hanya menyisakan lava setinggi 30 sampai 40 kaki. 


4. Pripyat, Ukraina

Foto : chernobylguide.com

Puluhan ribu orang harus di evakuasi dari kota Pripyat menyusul meledaknya reaktor nomor 4 pembangkit listrik tenaga nuklir pada April 1986. Setidaknya lebih dari 49.000 penduduk meninggalkan kota tersebut tanpa membawa suatu apapun, karena Pripyat dinyatakan terlalu berbahaya secara radioaktif untuk tempat tinggal manusia paling sedikit 24.000 tahun.

5. Shicheng, China

Foto : pinterest.com

Tempat ini sering disebut Atlantis dari Timur oleh para wisatawan. Foto bawah air mengungkapkan  bahwa kota ini memiliki lima gerbang masuk, berlawanan dengan bangunan tradisional dengan dua gerbang menghadap ke barat serta gerbang di arah kardinal lainnya. Jalan - jalan di kota ini juga memiliki 265 lengkungan, dengan menampilkan bangunan kuno berbentuk singa, naga dan burung phoenix serta prasasti sejarah.  Alasan kota ini terendam adalah sengaja di banjiri untuk dibangun bendungan, stasiun pembangkit listrik tenaga air pada tahun 1959.  Hampir 300.000 orang direlokasi untuk proyek ini. Kota ini di temukan kembali  pada tahun 2011 ketika pemerintah China melakukan ekspedisi untuk melihat sesuatu yang masih tersisa di dalam kota bawah air tersebut.
Advertisement

Baca juga:

Loading...

Your Reactions:

Admin
Bermimpilah setinggi langit dan jika kamu jatuh, níscaya kamu akan terjatuh diantara bintang-bintang.
Buka Komentar