5 Alasan orang Masih Suka Memakai Tungku Untuk Memasak

watch_later Monday, 6 June 2016

Memasak pakai tungku?ihh udah ngga jaman.Eits siapa yang bilang? Nyatanya di tempat saya tinggal yaitu di Kabupaten Trenggalek masih banyak orang yang masak pakai tungku.Hal tersebut bukan karena mereka tidak kebagian gas waktu pembagian dari pemerintah dulu.Melainkan karena budaya atau telah jadi tradisi.

Tungku sendiri terbuat dari bermacam - macam bahan.Namun yang paling banyak di pakai adalah batu bata yang disusun dan sebagai bahan perekat
digunakan tanah liat.Untuk mempercantik tampilan biasanya luaran bata dihaluskan lagi dengan menambahkan tanah liat yang diratakan ke seluruh permukaan tungku.Namun ada juga yang menggunakan tungku langsung jadi yang terbuat dari tanah liat yang di bakar.Namun tungku jenis ini di daerah saya kurang begitu di sukai karena hanya memiliki satu " mulut "untuk tempat meletakkan panci.Beda dengan tungku buatan sendiri yang punya dua bahkan tiga " mulut" panci.

Saat ini tungku yang paling di sukai di tempat saya adalah tungku batubara dimana bahan tungkunya terbuat dari batubara namun tungku tersebut tidak bisa dibikin sendiri melainkan harus beli.Ada penjual yang mendatangkan lansung tungku tersebut dari lampung.Jika dilihat dari segi keunggulan tungku ini memang sangat bagus.bahanya dari batu bara membuat tungku tersebut enteng dan dapat menyimpan panas lebih lama.Sehingga dapat mengurangi pemakaian kayu sebagai bahan bakar.
Ranting kayu untuk bahan bakar
Memang kalau dilihat dari sisi kebersihan dan kepraktisan tungku masih kalah jauh jika di banding dengan kompor gas namun nyatanya masih banyak orang yang tetap setia menggunakan tungku.Mungkin 5 alasan ini bisa menjawab rasa penasaran anda kenapa tungku masih digunakan.

1.Gampang dibuat
Seperti ulasan saya di atas tungku gampang sekali di buat.Tidak mengenal tempat asal ada batu atau bata kemudian disusun.Dengan jarak sudah memenuhi untuk di isi kayu maka tungku siap digunakan.Yang penting ada kayu dan korek api maka masakan apapun siap matang hanya dengan bantuan tungku.

2.Hemat
Sebagai orang desa tentu tahulah berapa pendapatanya karena sebagian besar pekerjaan mereka hanyalah bertani jadi tidak heran jika segalanya serba di hemat - hemat.Ya tentu saja dari pada buat beli gas mending buat beli lauk.Coba bayangkan berapa harga gas sekarang Rp.18000.Memang harga yang sangat murah jika dilihat dari sisi orang berpenghasilan tetap.La bagi mayoritas petani uang segitu apa ngga mending buat beli sayur sama lauk.La gas 3 kilo sendiri jika dipakai nonstop cuma mampu di gunakan selama 5 hari.Nah bisa dihitungkan jika Seminggu saja misalkan habis Rp.18000 maka satu bulan hampir seratus ribu apa ngga sayang.Maka pantas saja jika sebagian besar mereka lebih memilih menggunakan tungku.

3.Aman
Jika di banding dengan kompor gas keamanan memakai tungku memang tidak perlu diragukan lagi.Mungkin bagi anda yang tidak pernah menggunakan tungku berfikir masak ia sih aman?kan kadang ada juga berita yang menyebutkan ada kebakaran karena tungku api. Memang hal tersebut bisa  saja terjadi biasanya karena kecerobohan seperti ruangan yang sempit dengan kayu ada di sekitar tungku.Jika kita lupa meninggalkan tungku dengan kondisi menyala tentu saja api bakal merembet ke tumpukan kayu disekitarnya.Namun jika ruang dapur luas dan kayu tidak diletakkan di sekitar tungku meskipun kita tinggal tidur sekalipun tidak bakal terjadi apa - apa.Paling kalau ngga gosong ya apinya mati sendiri.Sekarang coba bandingkan dengan pemakaian kompor gas.Maka akan jelas terlihat keamanannya.Misalkan kita menyalakan kompor gas kemudian kita lupa dengan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala apa yang bakal terjadi? Sungguh tidak dapat saya bayangkan jika kompor tidak meledak pasti bakal terjadi kebakaran.Belum lagi waktu pemasangan regulator bila tidak rapat dalam menutup maka kemungkinan gas bakal bocor dan jika berada di ruangan tertutup sudah dapat di pastikan api bakal gampang tersulut.

4.Kayu Masih Banyak
Namanya juga di desa,mau cari kayu bakar model apapun juga ada.Tidak harus menggunakan potongan kayu besar yang dibelah karena biasanya mereka selalu mengikuti moment.Misalkan panen jagung.Bonggol jagung bisa di gunakan asal kita mau bersusah - susah ikut " mipik" jagung.Atau misalkan lagi panrn kedelai,batang kedelai yang sudah diambil isinya bisa kita jadikan kayu bakar.Atau yang lebih gampang lagi bila ada tetangga yang mempunyai mebel.bekas "pasahan" kayu bisa digunakan untuk tungku model stung.Tungku model stung adalah tungku yang terbuat dari tanah liat yang bebentuk seperti lubang sumur.Kemudian diberi bambu sebagai media saluran api baru kemudian lubang dalam tungku tersebut diisi dengan gergajian kayu atau bekas pasahan kayu.Tungku ini sangat mudah pemakaianya karena kita tidak harus memeriksa api.Karena api akan terus menyala sampai gerrgajian dalam tungku stung habis.Jadi jika kita ingin memasak kita bisa mengira ngira seberapa lama akan digunakan  maka isi gergajian dalam tungku dapat diatur.
Tungku stung berbahan bakar serbuk gergajian
5.Aroma Masakan Khas
Dulu saya selalu ingat.Setiap kali ibu habis masak aroma kompor minyak tanah selalu memenuhi ruangan jika selesai memasak.Dan akibatnya jika habis masak kemudian diatasnya ada makanan yang diletakkan di atas kompor pasti bakalan ikut sama aroma makanan.Namun apa ia jika makanan di masak dalam kompor gas juga menyisakan aroma yang berbeda.Entahlah,itu kembali pada indra penciuman masing - mading.Namun yang saya tau setiap kali memasak dengan tungku.Ada rasa yang berbeda jika dibanding dengan kedua kompor tersebut.Terutama kalau lagi bakar- bakar ada aroma khas yang  membuat air liur menetes.Aroma ikan atau daging bercampur dengan asap dari kayu membuat makanan berbeda rasanya meskipun sama cara memasaknya.Mungkin inilah yang membuat kebayakan orang lebih suka makanan yang di masak dengan tungku.

Beberapa ulasan diatas mungkin dapat menjawab rasa penasaran anda kenapa banyak orang desa yang masih setia menggunakan tungku.

Berkomentarlah dengan sopan.
  • Untuk menulis huruf bold silahkan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic silahkan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline silahkan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought silahkan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML silahkan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silahkan local_parking parse dulu kodenya pada kotak parser di bawah ini.