Mengulas Kontroversi di Gelarnya Inbox di Trenggalek, 6-7 Agustus 2016
Mengulas Kontroversi di Gelarnya Inbox di Trenggalek, 6-7 Agustus 2016

Mengulas Kontroversi di Gelarnya Inbox di Trenggalek, 6-7 Agustus 2016

Sungguh rasanya bagai mimpi acara Inbox SCTV dapat hadir di Trenggalek. Mungkin bagi kamu yang tanggal 7 Agustus kemarin sempat lihat Inbox pagi dapat melihat bagaimana hebohnya penonton di alun - alun Trenggalek. Yah itulah kotaku tercinta. Semenjak aku lahir sampai sudah 25 tahun hidup dan besar di Trenggalek rasanya baru kali ini Trenggalek dapat dilihat seluruh Indonesia dengan durasi waktu yang lama.

Jujur sebagai warga asli Trenggalek saya merasa iri dengan Kabupaten lain. Kenapa kok sepertinya Kabupaten saya tercinta ini seperti ada kabut tebal yang menutupi.  Karena  jarang sekali ter expose oleh media. Kalaupun masuk berita paling - paling jika ada banjir atau kejadian bencana alam yang terkadang membuat saya tersenyum kecut. Jika ada ajang perlombaan di TV nasioal ada peserta dari Kabupaten Tulungagung maupun Ponorogo tidak pernah menyebut Trenggalek untuk meminta dukungan.

Mungkin bagi kamu yang baca tulisan menilai penulis terlalu lebai. Ya, terserahlah kamu menilai seperti apa. Karena penulis yakin apa yang saya rasakan juga banyak dirasakan oleh warga Trenggalek lainya. Karena kenyataanya setiap baca tulisan di grup Facebook ada berita mengenai Trenggalek pada heboh.( hadeh... malu sih sebenarnya cerita ini). Tapi inilah kenyataanya.
Pengenalan industri kreatif yang dimiliki anak muda trenggalek dalam acara tersebut.

Langkah memperkenalkan Trenggalek lewat acara Inbox sangat tepat sekali. Ya meskipun banyak juga yang tidak sependapat dengan hal ini. Karena pada kenyataanya ada yang mengungkit - ungkit inbox di Trenggalek kemarin merugikan pelajar. Disebabkan karena pada hari sabtu kemarin banyak pelajar yang bolos sekolah. Memang jika di fikir  kurang tepat, jika tidak masuk sekolah cuma untuk melihat tayangan Inbox. Tapi jika menurut pengalaman penulis selama 12 tahun sekolah di Trenggalek setiap bulan Agustus jam pelajaran sekolah tidak pernah full. Karena biasanya setiap bulan Agustus banyak acara yang di adakan di sekolah. Entah latihan baris - berbaris, entah yang ikut lomba apalah - apalah. Jadi otomatis pelajaran juga tidak full malah yang sering banyak jam kosong.

Karena itu jika hanya untuk melihat Inbox yang belum tentu di saksikan lagi di Trenggalek kemudian masih menjadi kontroversi. Saya fikir alangkah naifnya. Karena jika mau jujur yang tidak setuju pastinya juga pernah bersekolah, pastinya tau betul bagaimana pelajaran tiap kali masuk bulan Agustus? Atau mungkin yang mengatakan merugikan pelajar tidak pernah bersekolah di Trenggalek? Ya entahlah. Yang jelas setiap keputusan yang di ambil oleh Bupati atau bahkan Presiden sekalipun tidak bisa memuaskan semua orang.
Antusias warga Trenggalek begitu Heboh

Pandangan penulis sebagai warga asli Trenggalek  sangat bangga dan salut dengan usaha yang dilakukan oleh Pak Emil Dardak untuk memperkenalkan Trenggalek ke seluruh Indonesia.

Buat pembaca apa kesan kamu tentang digelarnya Inbox di Trenggalek? Tambahkan komentarmu di bawah ini.


Baca Lainya : 6 Mitos Larangan Pernikahan Orang Jawa, Apakah Kamu Percaya?

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Bermimpilah setinggi langit dan jika kamu jatuh, níscaya kamu akan terjatuh diantara bintang-bintang.
Buka Komentar